RANGKUMAN MATERI PKKMB DAY 2

RANGKUMAN GABUNGAN DARI 3 MATERI 

( PKKM DAY 2 )

 





NAMA : Dinda Aprilia Laudia 
NIM : 25102990
Prodi : S1-Gizi 


PERGURUAN TINGGI DI ERA DIGITAL REVOLUSI INDUSTRI 
(Ainun Najib)


Sebagai mahasiswa baru, kita harus siap menghadapi perkembangan pesat di era Artificial Intelligence (AI). Kehadiran AI telah membawa perubahan besar, bahkan hampir di semua bidang pekerjaan. Banyak proses yang kini bisa diotomatisasi, sehingga beberapa profesi berisiko tergantikan. Namun, ada hal penting yang tidak bisa digantikan oleh AI, yaitu kreativitas dan nilai kemanusiaan.

Secanggih apa pun AI, ia tetap memiliki keterbatasan. AI mampu mengolah informasi dengan cepat, namun tidak benar-benar dapat meniru kemampuan manusia dalam berpikir cerdik, berimajinasi, dan berempati. Empati dan kreativitas adalah dua aspek utama yang membuat manusia berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun keterampilan yang kuat di dua area tersebut agar tetap relevan.

Bayangkan sebuah kuadran: di sisi bawah kanan adalah posisi di mana kreativitas dan kemanusiaan sangat dibutuhkan. Itulah ruang yang sebaiknya kita pilih sebagai arah pengembangan diri. Misalnya, bidang kesehatan dan pendidikan yang secara hakikat tetap membutuhkan sentuhan manusia, meskipun banyak prosesnya telah dipermudah dengan teknologi.

Contoh nyata, di Amerika sudah mulai berkembang self-driving car. Itu menunjukkan bahwa otomasi kian meluas, namun di saat yang sama bidang yang berhubungan dengan manusia—seperti layanan kesehatan atau pendidikan—tetap tidak bisa sepenuhnya digantikan.

Maka, sebagai mahasiswa, kita perlu:

1. Mengasah kreativitas – karena AI tidak mampu sepenuhnya menciptakan hal baru yang orisinal.

2. Menjaga nilai kemanusiaan – seperti empati, komunikasi, dan kepedulian sosial.


AKTIVITAS KEGIATAN ANTI KORUPSI 
( Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. )


Korupsi bukan hanya sekadar masalah keuangan negara, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Akibat korupsi, sumber daya manusia (SDM) melemah, pelayanan publik tidak maksimal, dan harapan masyarakat untuk hidup sejahtera ikut hancur.

Di sektor penting seperti kesehatan dan pendidikan, korupsi membuat yang seharusnya cukup menjadi tidak cukup. Anggaran yang mestinya digunakan untuk fasilitas, obat-obatan, atau kualitas pendidikan malah dikorupsi sehingga pelayanan publik menjadi buruk.

Selain itu, penegakan hukum di Indonesia sering dianggap tumpul. Harapan masyarakat agar pelaku korupsi mendapat hukuman yang setimpal sering pupus, karena kewenangan negara kadang diperdagangkan demi kepentingan tertentu. Akibatnya, muncul budaya permisif terhadap korupsi atau yang disebut petty corruption, sehingga masyarakat mulai terbiasa dan menganggap korupsi hal wajar.

Para pelaku korupsi sering menutupi tindakannya dengan dalih telah menolong orang lain, padahal sesungguhnya hanya untuk kepentingan pribadi. Karakter seperti ini sangat berbahaya karena bisa merusak moral dan mental bangsa.

Oleh karena itu, generasi muda memiliki peran penting untuk berani menegakkan kebenaran dan melawan korupsi. Sebagai penerus bangsa, mereka harus memiliki integritas, kejujuran, dan keberanian agar masa depan Indonesia tidak lagi terjerat oleh praktik-praktik korupsi.


MAHASISWA UNUSA SEBAGAI GENERASI ASWAJA AN-NADLIYAH 
( KH Ma'ruf Khozin )


Sunnah yang dimaksud dalam pemahaman NU bukan hanya perbuatan Nabi, dan juga bukan sunnah dalam arti umum, melainkan mencakup metode beragama yang dijalani oleh Rasulullah. Dalam memahami sunnah ini, para ulama memiliki penafsiran yang berbeda.

NU dikenal sebagai bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah, yang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kelompok lain. Ciri khas itu tampak dari cara berpikir para kiai dan guru kita, yang menekankan tasamuh (toleransi), keseimbangan, serta adab yang baik.

Sebagai warga NU, apalagi mahasiswa, kita diarahkan untuk menjadi pribadi yang rahmatan lil ‘alamin, membawa kebaikan bagi semua. Identitas NU juga terlihat dalam praktik keseharian, misalnya shalat Subuh dengan qunut, tradisi yasinan, serta berbagai adat istiadat yang dijaga. Semua itu menjadi tanda khas amaliah NU yang membedakan namun tetap mengedepankan sikap moderat dan toleran.

Komentar