MERANGKUM BERITA

unusa MERANGKUM BERITA 

Harlah ke-12 Unusa: 

Peduli Kesehatan Masyarakat, Angkat Pidato Ilmiah Tentang Kesehatan Harlah ke-12 Unusa: Peduli Kesehatan Masyarakat, Angkat Pidato Ilmiah Tentang Kesehatan



 




Nama: Dinda Aprilia Laudia
Fakultas : kesehatan 
Prodi: gizi

Tik tok : 
https://www.tiktok.com/@dindaaprilialaudiy?_t=ZS-8zHPUms4aXw&_r=1 
Instragram: 
https://www.tiktok.com/@dindaaprilialaudiy?_t=ZS-8zHPUms4aXw&_r=1

 Unusa Kokohkan Diri sebagai Perguruan Tinggi. Peduli Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) semakin menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-12 yang digelar melalui Sidang Senat Terbuka pada Rabu (13/8) di Auditorium Kampus B, Unusa Tower lantai 9.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, menilai Unusa sebagai perguruan tinggi yang berhasil melampaui usianya, khususnya dalam hal prestasi akademik dan pelayanan, tercermin dari capaian akreditasi yang membanggakan.

Prof. Nuh menjelaskan : 

bahwa sejak awal, Unusa didesain bukan untuk menjadi universitas yang biasa-biasa saja. Ia kemudian mengibaratkan perjalanan Unusa seperti membangun dari satu titik menjadi garis, dari garis menjadi bidang, dan dari bidang menjadi ruang yang utuh.

“Hanya menitipkan sesuatu di satu titik tidak cukup untuk menjadi tempat tinggal. Kita harus menambah titik-titik lain hingga membentuk ruang yang bermanfaat. Kita akan mengembangkan Unusa menjadi kampus yang unggul, kedepannya kita akan membuka program PPDS Jantung serta Obgyn, S2 Kesehatan Masyakarat, serta Pendidikan Profesi Gizi” imbuhnya.

Unusa Terus Berinovasi untuk Kesehatan dan Kemanfaatan Masyarakat

Dalam peringatan Harlah ke-12, Rektor Unusa menegaskan bahwa orientasi pendidikan Unusa selalu diarahkan pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Mengangkat tema “Terus Berinovasi Meraih Kejayaan”, Unusa berkomitmen menjawab tantangan masa depan melalui riset dan inovasi yang relevan. Rektor menekankan pentingnya membaca kebutuhan masyarakat sebagai dasar pengembangan pendidikan dan penelitian. Ia menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Sebagai bagian dari acara, tiga dosen Unusa yang baru meraih gelar doktor menyampaikan orasi ilmiah bertema kesehatan:

• Dr. dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD FINASIM: Pencegahan dini penyakit ginjal diabetik pada DM tipe 2.

•Dr. Yurike Septianingrum, S.Kep., Ns., M.Kep.: Inovasi dukungan manajemen diri untuk pasien stroke.

•Dr. Agus Aan Adriansyah, S.KM., M.Kes.: Model social competence untuk peningkatan kinerja bidan dalam perawatan postnatal.

Kgepedulian Unusa terhadap Masalah Kesehatan Masyarakat melalui Orasi Ilmiah Dosen. Dalam rangkaian Harlah ke-12 Unusa, dua dosen yang baru meraih gelar doktor menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti persoalan kesehatan serius di Indonesia.  Dr. dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD FINASIM mengungkapkan keprihatinannya terhadap peningkatan jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Prevalensi DM tipe 2 di Indonesia naik signifikan dari 5,7% (2007) menjadi 11,7% (2023). Penyakit ini sering tidak disadari hingga muncul komplikasi serius seperti Penyakit Ginjal Kronis (PGK) atau Gagal Ginjal Terminal (GGT). Ardyarini mendorong pengobatan berbasis bukti, termasuk terapi farmakologi dari PERKENI, namun juga membuka peluang pada pemanfaatan bahan alami seperti buah stroberi yang kaya antioksidan dan terbukti membantu mengendalikan kadar gula darah serta gangguan metabolik lainnya.

Unusa Hadirkan Tiga Model Inovatif untuk Atasi Masalah Kesehatan Masyarakat

Tiga dosen Unusa yang baru meraih gelar doktor menyampaikan orasi ilmiah bertema kesehatan sebagai bagian dari rangkaian Harlah ke-12.                                                            Dr. dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD FINASIM menyoroti peningkatan signifikan prevalensi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di Indonesia, dari 5,7% (2007) menjadi 11,7% (2023). Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena gejalanya sering tidak terdeteksi hingga muncul komplikasi serius. Ardyarini mendorong pengobatan farmakologis sesuai standar PERKENI, serta membuka peluang pemanfaatan bahan alami berbasis bukti ilmiah, seperti stroberi, yang terbukti membantu mengatasi gangguan metabolik.

Dr. Yurike Septianingrum, S.Kep., Ns., M.Kep. memperkenalkan Model Dukungan Manajemen Diri Berbasis Perawatan Transisi bagi pasien stroke. Model ini menekankan penguatan efikasi diri pasien agar mampu menjalani perawatan mandiri setelah keluar dari rumah sakit, dengan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Fokusnya adalah menjadikan pasien subjek aktif dalam proses pemulihan, bukan sekadar penerima perawatan pasif.

Dr. Agus Aan Adriansyah, S.KM., M.Kes. mengangkat isu rendahnya cakupan dan kualitas layanan postnatal care (PNC), termasuk di Surabaya. Ia merancang Model Social Competence untuk meningkatkan kompetensi sosial bidan dalam pelayanan PNC. Model ini mengintegrasikan empati, orientasi pelayanan, dan kesadaran organisasi untuk memperkuat komunikasi interpersonal dan kemitraan antara bidan, ibu nifas, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pelatihan berbasis kecerdasan emosional dan simulasi kasus nyata menjadi bagian kunci penerapan model ini.


fkes.unusa.ac.id

 sumber berita (unusa.ac.id)

dellaolyvianadellaolyviana

Komentar