ARTIKEL
PERAN MINERAL MAKRO DALAM MIKRO DALAM REGULASI METABOLISME TUBUH
Dinda Aprilia Laudia
25102990
Program Studi Gizi
Fakultas Kesehatan
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Peran Mineral Makro dan Mikro dalam Regulasi Metabolisme Tubuh
Pendahuluan
Mineral merupakan salah satu komponen zat gizi esensial yang berperan dalam menjaga fungsi fisiologis tubuh. Berdasarkan jumlah kebutuhannya, mineral dibagi menjadi makro mineral (dibutuhkan ≥100 mg/hari, seperti kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, dan klorida) dan mikro mineral (dibutuhkan <100 mg/hari, seperti zat besi, seng, yodium, selenium, tembaga, mangan, kromium, dan molibdenum). Kedua kelompok mineral ini berfungsi dalam regulasi metabolisme energi, fungsi enzim, keseimbangan cairan, hingga sistem imun.
Peran Mineral Makro dalam Metabolisme
- Kalsium (Ca) berperan dalam pembentukan tulang, kontraksi otot, transmisi saraf, dan pembekuan darah. Kekurangan kalsium menyebabkan osteoporosis, sedangkan kelebihannya memicu gangguan ginjal.
- Fosfor (P)komponen ATP yang krusial dalam metabolisme energi.
Magnesium (Mg) kofaktor lebih dari 300 enzim yang mengatur metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
-Natrium (Na), Kalium (K), Klorida (Cl) menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kontraksi otot.
- Penelitian Kurniasari & Wirjatmadi (2024) mengungkapkan bahwa rendahnya asupan kalsium (<77% AKG) berhubungan dengan meningkatnya risiko dismenore primer hingga 6 kali lipat. Hal ini menunjukkan peran penting kalsium dalam metabolisme energi otot, termasuk otot uterus.
Peran Mineral Mikro dalam Metabolisme :
- Zat Besi (Fe) komponen hemoglobin yang mengangkut oksigen. Kekurangan besi - menyebabkan anemia dan menurunkan kapasitas metabolisme.
- Seng (Zn) mendukung fungsi imun, penyembuhan luka, dan metabolisme energi.
Yodium (I)berperan dalam sintesis hormon tiroid untuk regulasi metabolisme basal.
Selenium (Se) bekerja sebagai antioksidan dalam enzim glutation peroksidase.
Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Kromium (Cr), Molibdenum (Mo) menjadi kofaktor enzim metabolisme energi dan detoksifikasi radikal bebas.
Bukti Ilmiah dari Penelitian
- Sunansyah dkk. (2024) menemukan bahwa status gizi pegawai di Tangerang Selatan dipengaruhi oleh asupan energi dan lemak, sementara mayoritas responden memiliki asupan kalsium, vitamin C, dan vitamin E yang rendah.
- Kurniasari & Wirjatmadi (2024) menunjukkan bahwa asupan kalsium yang rendah meningkatkan risiko dismenore primer pada remaja putri, sehingga kalsium terbukti berperan penting dalam regulasi kontraksi otot.
- Oktaviana dkk. (2023) melaporkan bahwa mahasiswa gizi di Universitas Esa Unggul memiliki tingkat konsumsi natrium dan kalsium yang tidak seimbang. Kelebihan natrium dan rendahnya asupan kalsium meningkatkan risiko hipertensi serta gangguan metabolik jangka panjang .
Pemahaman tentang mineral makro dan mikro sangat penting untuk:
- Menganalisis hubungan pola makan dengan status metabolik.
- Menyusun intervensi diet berbasis kebutuhan mineral.
- Mencegah penyakit metabolik melalui edukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan kaya mineral (misalnya susu, ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau).
Kesimpulan
Mineral makro dan mikro memiliki peranan krusial dalam menjaga regulasi metabolisme tubuh. Kalsium, fosfor, dan magnesium berperan dalam struktur tulang dan energi, sementara zat besi, seng, dan yodium mengatur fungsi metabolik dan imun. Penelitian terbaru menegaskan bahwa rendahnya asupan kalsium serta ketidakseimbangan natrium dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, baik pada remaja maupun dewasa. Oleh karena itu, pola makan seimbang dengan asupan mineral yang cukup perlu diperhatikan sejak dini.
DAFTAR PUSTAKA
Sunansyah, E. P., Harjatmo, T. P., Kamboja, G. K. W., & Wiyono, S. (2024). Hubungan Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Zat Gizi Mikro dengan Status Gizi pada Pegawai di Kantor Kesbangpol Kota Tangerang Selatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 4(1), 78–86. [https://doi.org/10.36086/jgk.v3i2] (https://doi.org/10.36086/jgk.v3i2) )
Kurniasari, N. P., & Wirjatmadi, B. (2024). Hubungan Status Gizi dan Asupan Mineral Kalsium terhadap Kejadian Dismenore pada Siswi MAN 3 Tulungagung. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(1), 368–374. [https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i1.4622]
Oktaviana, D., Anindita, N. S., & Aryani, F. (2023). Asupan Natrium dan Kalsium dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Gizi Universitas Esa Unggul. Jurnal Nutrisi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JNKMI), 1(3), 165–172. [https://doi.org/10.53342/jnkmi.v1i3.31723]

Komentar
Posting Komentar