RANGKUMAN MATERI I
“Sistem dan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Peran Mahasiswa
Kesehatan dalam Pengabdian dan Riset"
(catur wulandri)
Dinda Aprilia Laudia
25102990
S1 Gizi
• Tri Dharma Perguruan Tinggi
Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah fondasi utama yang harus dijalankan oleh seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa dan dosen. Ketiganya terdiri dari pendidikan, penelitian (riset), dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek ini saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
1. Pendidikan
Pendidikan merupakan pilar pertama dalam Tri Dharma. Melalui pendidikan, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademis, tetapi juga pembentukan karakter, adab, dan keterampilan hidup. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu dari dosen ke mahasiswa, melainkan proses pembelajaran dua arah yang menumbuhkan kreativitas, sikap kritis, dan rasa tanggung jawab.
Mahasiswa UNUSA, misalnya, didorong untuk tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan organisasi, seminar, workshop, dan program Kampus Merdeka yang memperluas pengalaman belajar.
2. Penelitian (Riset)
Penelitian adalah pilar kedua dari Tri Dharma. Riset menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis, serta keterampilan komunikasi akademik.
- Melalui penelitian, mahasiswa belajar:
- Mengidentifikasi masalah.
- Menyusun rumusan dan metode penelitian.
- Mengolah data secara ilmiah.
Menarik kesimpulan yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Sebagai mahasiswa, penelitian diwujudkan dalam bentuk skripsi, yang menjadi syarat kelulusan setara sarjana. Namun, penelitian tidak berhenti pada skripsi saja. Mahasiswa juga bisa berkolaborasi dengan dosen untuk menciptakan pengetahuan baru. Bentuk kegiatan riset mahasiswa antara lain:
- Hibah Penelitian Mahasiswa melalui LPPM UNUSA.
- Program PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).
- Penelitian berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).
- Akses sumber literasi digital melalui digilib.unusa.ac.id.
- Informasi penelitian melalui portal resmi lppm.unusa.ac.id.
Dengan aktif melakukan riset, mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata, baik di bidang akademik maupun sosial.
3. Pengabdian kepada Masyarakat
Pengabdian kepada masyarakat adalah pilar ketiga dari Tri Dharma. Mahasiswa dan dosen tidak hanya dituntut unggul di bidang akademik, tetapi juga harus mampu mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Bentuk pengabdian dapat berupa:
- KKN (Kuliah Kerja Nyata), yaitu kegiatan mahasiswa yang terjun langsung ke masyarakat untuk membantu memberikan solusi, edukasi, maupun pendampingan.
- Program pelatihan atau penyuluhan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
- Inovasi berbasis penelitian yang diterapkan untuk menyelesaikan masalah masyarakat.
Portal akamawa.unusa.ac.id menjadi salah satu wadah untuk mendukung kegiatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Keterpaduan Tri Dharma
Ketiga pilar ini tidak bisa dipisahkan. Pendidikan memberikan dasar pengetahuan, penelitian mengembangkan ilmu, dan pengabdian mengamalkan hasilnya. Seorang mahasiswa yang menjalankan Tri Dharma dengan baik akan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, kritis, komunikatif, dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Inspirasi
Nelson Mandela pernah mengatakan:
✨ “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk membawa perubahan bagi dunia.”
Dalam konteks mahasiswa, kutipan ini bisa dimaknai bahwa dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang seimbang, kita dapat memberikan perubahan positif, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Komentar
Posting Komentar